Home » » Tak Hanya Tisu, Produk Perawatan Picu Infeksi Vagina

Tak Hanya Tisu, Produk Perawatan Picu Infeksi Vagina

Written By hany rahman on Senin, 29 April 2013 | 19.34.00


Info Kesehatan - Tingginya kandungan bakteri pada beberapa merek tisu dikaitkan dengan meningkatnya jumlah wanita yang mengalami infeksi usai menggunakannya. Alhasil, Biro Standar Jamaica (BSJ) mengetesnya. Sebenarnya, ada beberapa hal lainnya yang bisa memicu infeksi di vagina.

BSJ mengatakan, tingginya kadar bakteri pada beberapa merek tisu bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan dan keselamatan. Ini merespons sebuah laporan yang menunjukkan, perempuan yang mengalami keluhan vagina setelah menggunakan tisu meningkat.

Seseorang tak bisa meremehkan sejauh mana perempuan terpapar infeksi setiap harinya akibat menggunakan produk perawatan pribadinya. Infeksi itu termasuk jamur (kandidiasis vagina), infeksi bakteri seperti bakteri vaginosis, dan infeksi yang disebabkan oleh kebersihan yang buruk.

Berikut beberapa hal lainnya yang bisa membahayakan wanita seperti dikutip Jamaicaobserver:

1. Memasukkan sabun ke vagina
Sabun cake bisa digunakan wanita untuk mengencangkan vaginanya setelah melahirkan. Dr Charles Rockhead memperingatkan bahwa praktik ini bisa mengeringkan air di dalam tubuh dan menyebabkan vagina berkontraksi.

"Ingat, kuman tertentu yang disebut laktobasilus sangat bermanfaat bagi kesehatan vagina. Kuman ini bertindak sebagai glikogen dan mengubah wilayah tersebut menjadi pH asam. Keasaman membantu mencegah perkembangan bakteri jahat yang bisa hidup normal di sana," tambahnya.

2. Pelumas dengan minyak atau gliserin
Wanita yang mengalami infeksi jamur berulang biasanya diminta untuk menjauhi pelumas vagina yang mengandung gliserin. Ini karena prosesnya sama seperti gula di dalam tubuh sehingga menjadi sumber makanan bagi jamur yang sudah ada.

3. Alat kontrasepsi
Gel, busa, dan krim yang digunakan pada spiral dan kondom bisa membunuh bakteri sehat dan membuat jamur lebih mudah tumbuh dan menyebar dalam vagina. Begitu juga dengan pil pengontrol kehamilan. Terutama yang dosis estrogennya lebih tinggi.

"Wanita yang mengonsumsi pil kontrasepsi oral kadang-kadang sering mengalami infeksi jamur," ujar Ginekolog Dr Sharmaine Mitchell.

4. Pakaian dalam sintetis
Dokter kandungan / ginekolog Profesor Horace Fletcher mengatakan, pakaian dari bahan nilon atau sintetis cenderung menahan panas yang mengakibatkan seorang wanita berkeringat lagi. Ini bisa menyebabkan infeksi jamur sehingga dokter sering menyarankan wanita mengenakan katun. Tapi, tak peduli jenis bahan yang Anda kenakan, yang terpenting jaga kebersihan agar mencegah infeksi vagina.

"Yang paling penting bagi perempuan adalah mengenakan pakaian sekali pakai, mencucinya, dan meletakkannya di bawah sinar matahari," ujar Profesor Fletcher.

5. Pakaian thong
Banyak wanita merasa seksi dengan mengenakan thong dibanding pakaian dalam biasa, tapi jenis ini menyebabkan infeksi jamur. "Pakaian bertali lebih mungkin menampung kotoran yang bisa menyebabkan penumpukan bakteri. Jadi mereka perlu mencuci dan menjemurnya dengan benar," ujar Profesor Fletcher.

6. Douching, semprotan vagina
Ini meningkatkan risiko infeksi. Begitu pula semprotan deodoran di vagina, tampon, douching, memasukkan jari kotor, mainan, atau makanan dalam vagina, menggunakan lotion dan bedak di vagina, dan menyeka dari belakang ke depan dengan tisu selama toilet.


Sumber: liputan6.com
Share this article :

Posting Komentar

 
Sponsored by: google | Maps | Vig Power Capsule | Slimming Capsule
Copyright © 2016. Info Kesehatan - All Rights Reserved | Disclaimer Ovary Nutrition Capsule
Template Created by Creating Website Published by Qnc Jelly Gamat
Proudly powered by Jelly Gamat