Home » , » Resiko Kematian Mengincar Para Penyuka Daging Merah

Resiko Kematian Mengincar Para Penyuka Daging Merah

Written By Putri Suherman on Senin, 11 Maret 2013 | 20.25.00



Info Kesehatan - Pilihlah makanan yang halal dan thayyib. Halal, kita semua sudah sama-sama paham. Sedangkan thayyib artinya adalah baik. Makanan yang halal belum tentu thayyib. Misal gula, ia adalah makanan halal, tapi tidak thayyib bagi penderita diabetes. Begitu juga dengan daging merah, daging sapi misalnya, ia halal, namun belum tentu thayyib bagi penderita jantung koroner. Nah yuk kita simak bahaya daging merah di bawah ini.

Sejak dulu konsumsi daging merah berlebihan diketahui dapat menimbulkan penyakit serius. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa efeknya bisa menjadi lebih parah, yaitu kematian. Pecinta daging merah, berhati-hatilah!

Harvard School of Public Health telah menemukan kaitan antara konsumsi rutin daging merah dengan kematian prematur. Mereka mengumpulkan data dari 121,362 orang pria dan wanita dengan masa studi 28 tahun. Setiap 4 tahun sekali, makanan mereka dipantau melalui kuesioner.

Sebanyak 24,000 orang meninggal selama masa penelitian. Di antaranya terdapat 9,364 kasus akibat kanker dan 5,910 kasus karena penyakit jantung. Mereka memperkirakan kematian tersebut dapat dicegah dengan mengurangi setengah porsi daging per hari. Langkah ini dapat menekan angka kematian hingga 7.6% pada wanita dan 9.3% persen pada pria.

Berdasarkan studi yang dimuat di Archives of Internal Medicine ini, seporsi daging merah yang tidak diproses dapat mempertinggi risiko kematian hingga 13%. Sementara itu, daging olahan meningkatkan resiko sebesar 20%. Daging merah jenis apapun menambah risiko kematian karena penyakit jantung sebanyak 16%, dan karena kanker sebanyak 10%.

Menurut Daily Mail, seporsi daging memiliki berat sekitar 85 gram atau sebesar tumpukan kartu. Secara kasar, ukuran ini bisa disetarakan dengan dua potong bacon atau satu buah sosis.

World Cancer Research Fund merekomendasikan konsumsi daging merah maksimal 500 gram per minggu. Selain itu, daging olahan harus sama sekali dihindari. Jenis daging ini lebih berbahaya karena mengandung heme iron, lemak jenuh, sodium, nitrit, dan karsinogen tertentu. Zat-zat ini dapat terbentuk selama proses pemasakan.

Ada beberapa alternatif yang dapat menggantikan daging merah. Resiko kematian yang dapat dikurangi oleh sumber protein ini sebesar 7% untuk ikan, 14% untuk daging unggas, dan 10% untuk produk susu rendah lemak. Protein nabati juga dapat mengurangi resiko tersebut, yakni sebanyak 20% untuk kacang-kacangan, 10% untuk legume, serta 14% untuk biji-bijian utuh.

Namun, temuan ini dibantah oleh Dr. Carrie Ruxton dari Meat Advisory Panel (MAP). “Riset tersebut berdasarkan observasi, bukan dengan percobaan yang terkontrol,” ujarnya. Apalagi, daging adalah sumber nutrisi esensial seperti zat besi, zinc, selenium, serta vitamin B dan D, tambahnya.

Nah lo, kalau saya sih enjoy-enjoy aja, yang penting tidak berlebihan. Bukankah sesuatu yang berlebihan itu memang tidak baik. Minum saja kelau berlebihan bisa kembung. Tetaplah makan daging dengan porsi yang sesuai dan seimbang.

sumber : @syaifulhadioke 
Share this article :

Posting Komentar

 
Sponsored by: google | Maps | Vig Power Capsule | Slimming Capsule
Copyright © 2016. Info Kesehatan - All Rights Reserved | Disclaimer Ovary Nutrition Capsule
Template Created by Creating Website Published by Qnc Jelly Gamat
Proudly powered by Jelly Gamat